[Opini] Ajang Nona Muslimah

Dan sejak dahulu kala. Aku memang ragu dengan definisi cantik mereka. Jika cantik hanya didefinisikan bentuk dan rupa tubuh, di mana letak keadilan Allah bagi mareka yang katanya ‘tak bagus’ rupanya.

My World is My Fairytale

Apa definisi kecantikan menurut kalian?

Mayoritas orang akan menjawab bahwa kecantikan itu relatif. Seorang istri akan dianggap tercantik di mata suaminya. Orang korea menganggap cantik adalah ketika memiliki double eyelid. Orang eropa menganggap cantik adalah berkulit gelap. Ada yang mengatakan bahwa cantik itu tinggi, putih, langsing. Kriteria rambut pun bermacam-macam?

Lihat pos aslinya 1.054 kata lagi

Dia | Ikhlaskah ?

Aku pernah bertanya kepada seorang teman

“Dia, kok kamu ga pernah upload foto-foto kamu di sosmed sih ?”

“foto selfie gitu?”

“Yaa, bukan gitu juga. Foto-foto kegiatan kamu sehari-hari. Kamu kan sering ikut kegiatan ini itu, ketemu orang hebat, atau ke tempat-tempat bagus kayak gunung gitu”

“gak ah”

“Lah kenapa? Kan kali aja bisa menginspirasi”

“Iyasih, tapi masalahnya aku ga tau, itu menginspirasi, atau bagian dari hatiku yang maunya pamer”

“Oh, hehe”

__________________________________ Baca lebih lanjut

“Gue, Gitu Lho!”

Hati-hati ujub, astaghfirullah

O. Solihin

gaulislam edisi 488/tahun ke-10 (30 Jumadil Awal 1438 H/ 27 Februari 2017)

Hati-hati lho, antara percaya diri yang berlebihan dengan sombong itu beda tipis. Di medsos kamu memang bisa melakukan apapun yang kamu suka. Tetapi, harap diingat bahwa apa yang kamu sebar berupa tulisan, kata, gambar, dan suara akan memberi dampak bagi kamu dan juga orang yang menerima pesan kamu. Jika kita merasa bahwa apa yang kita sebar itu bermanfaat, jangan pula pada akhirnya kita jadi ngerasa paling berjasa, lalu menepuk dada sambil bilang, “gue, gitu lho!” Wah! (berharap pula ada decak kagum dari orang yang baca status kita). Hmm…

Sobat gaulislam, citra diri seseorang bisa dibangun dengan berbagai cara, termasuk melalui medsos. Sarana ini bisa menjadi peluang membangun brand image seseorang di hadapan orang lain. Sama seperti di dunia nyata. Itu sebabnya, kudu hati-hati. Jangan sampe nggak ikhlas. Jangan sampe wara-wiri di medsos karena kita mengejar popularitas dan berharap…

Lihat pos aslinya 960 kata lagi

Kemana Doa-doa Bermuara?

berbenahlah, allah ingin kita selalu dekat 🙂

Write The Universe

d702f04d86a0c229653b64e746d9fcae

Hari pertama di bulan Maret. Apa kabar? Sudah empat bulan rupanya aku tak pulang ke sini. Bukan tak ada yang akan ditulis tetapi dunia nyata tampaknya lebih menarik untuk “ditulis”.

Empat bulan bukan waktu yang singkat karena ada doa-doa yang selalu dirapalkan dan menunggu untuk dikabulkan. Memang tak selalu doa-doa dijawab secepat itu. Bahkan Allah sepertinya tak selalu berfokus pada apa-apa yang ingin kita capai. Dia ingin melihat kesungguhan dan kesabaran kita untuk tetap berdoa tanpa henti dan ragu serta hanya bersandar pada-Nya. Dengan kata lain, Dia menginginkan kedekatan itu terus berlanjut hingga kita tak lagi berfokus pada capaian-capaian kita tetapi justru menikmati saat-saat bersama-Nya. Bukankah itu sangat syahdu?

Sangat gampang bagi Allah untuk mengabulkan semua permintaan. Terkadang manusia memang egois karena seringkali hanya ingat akan keinginannya tapi lupa pada pemberi nikmat itu setelah didatangkan. Sangat tidak berterima kasih dan bersyukur. Untuk itu, kita memang harus selalu berpikir akan hal-hal…

Lihat pos aslinya 200 kata lagi

Sultanan Nashiro, Kekuasan yang Menolong

FARID WADJDI

Kondisi umat Islam sekarang memang sangat memperhatikan. Persis seperti yang pernah diingatkan Rosulullah SAW kepada umatnya,“Akan datang kepada kalian masa yang penuh dengan tipudaya; ketika orang-orang akan mempercayai kebohongan dan mendustakan kebenaran. Mereka mempercayai para pengkhianat dan tidak mempercayai para pembawa kebenaran. Pada masa itu, ruwaibidhah akan berbicara.” Mereka bertanya, “Apakah itu ruwaibidhah?” Rasulullah berkata, “Ruwaibidhah adalah orang-orang bodoh (yang berbicara) tentang urusan umat.” (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra.).

Zaman penuh tipu daya ini, sangat jelas di depan mata. Berbagai makar dilakukan untuk menyerang umat. Umat yang bersatu atas dasar keimanan mereka dalam Aksi Bela Islam dituduh mengancam negara, menggerus kebhinekaan, berpotensi radikal yang berujung teroris dan tudingan-tudingan keji lainnya. Ulama dan tokoh-tokoh umat yang berada di garis depan dalam Aksi Bela Islam dikriminalisasi,  disasar satu-satu. Dicari-cari kesalahannya hingga sampai ke lubang semutpun.

Dalam kondisi seperti ini, para pengkhianat yang sesungguhnya menghancurkan negara, tampak bagaikan pahlawan pembela tanah air…

Lihat pos aslinya 567 kata lagi

Mati Ketika Meminta Hidup

Telah sampai di telinga kami, tentang meninggalnya  Patmi. Salah satu warga yang turut serta dalam Aksi penolakan Pabrik Semen di Rembang dengan memasung kakinya menggunakan semen. Dia adalah satu dai banyak warga yang menuntut keadilan. Dan mereka adalah beberapa dari banyak rakyat yang menuntut keadilan. Di Negerinya sendiri. Kepada pemimpinnya sendiri.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyalahi takdir. Patmi yang meninggal sesaat setelah melakukan aksi pasung semen adalah takdir dari-Nya yang tidak akan bisa diubah manusia. Tulisan ini juga dibuat bukan karena setuju atau tidak setuju dengan aksi Patmi dan kawannya.

Tapi, tulisan ini dibuat karena keresahan dan kesedihan yang mendalam menyaksikan saudara kami yang harus meninggal dalam kondisi menuntut keadilan. Pasti banyak, di luar sana selain Patmi yang meninggal karena ketidakadilan, dalam kondisi yang berbeda.

Patmi datang bukan untuk dirinya sendiri. Dia berjuang untuk keluarga dan kawan seperjuangannya. Dia berjuang untuk tanah yang ia cintai. Dia berjuang untuk nasib anak cucu nya di tahun-tahun mendatang. Dia berjuang untuk negerinya sendiri. Baca lebih lanjut

Mengapa Mengeluhkan Apa yang Bisa Kau Syukuri?

 

5f2ef9cc4902bb1bc26fd3e854143a74

sumber google

Setiap manusia, diciptakan dengan takdir nya masing-masing. Namun, setiap manusia diciptakan dengan potensi yang sama. Setiap manusia, laki-laki, perempuan, tua, muda, kaya, miskin, pandai dan kurang pandai, dalam dirinya pasti pernah mengeluhkan apa yang dia miliki.

“kenapa harus saya?”

“kenapa saya tidak seperti dia?”

“kenapa bukan dia?”

“Andai saya seperti dia” Baca lebih lanjut

Anak Desa Anak Kota

Desa dan kota pasti sudah jelas  perbedaan kehidupannya. Bangunannya, suasananya, orang-orangnya. Apalagi jika desa itu terpencil, sangat jauh berbeda (juaaaauuuhhh). Saya nulis ini karena saya ini anak rantau yang pernah hidup di kota dan hidup di desa.

Di kota itu, hampir semua fasilitas ada. Fasilitas kesehatan yang lebih terjangkau jaraknya. Tidak harus rujuk-merujuk seperti di desa padahal kondisi si sakit sudah harus segera ditangani.  Fasilitas sekolah yang memadai, jarang ada Anak Kota yang gaptek seperti Anak Desa.

Di kota, orang-orang (biasanya) memiliki wawasan yang lebih luas, karena pusat informasi dan semua aktifitas terpusat di sana. Jadi tidak heran memang kalau Anak Kota (biasanya) memiliki wawasan yang lebih dibandingkan Anak Desa. (saya mengatakan “biasaya” tapi memang itu “faktanya”) Baca lebih lanjut

Dia Temanku

Aku memiliki seorang teman. Yang entah sejak kapan kami menjadi akrab. Bahkan dalam mimpi, angan dan khayalanku, aku tidak pernah berfikir dapat mengutarakan beberapa hal dengan gamblang padanya.

Dia adalah gadis cantik dengan lesung pipi yang tipis. Manis. Dia adalah gadis pemimpi. Memiliki segudang cita-cita.

Dia adalah gadis yang memiliki sisi dewi bagi yang bisa melihatnya. Untuk sebagian yang lain, mungkin banyak yang menganggapnya ‘aneh’ pun aku untuk pertama kalinya.

Dia tegar dengan segala cobaan yang ia hadapi. Dia mampu bangkit dari jatuh yang mungkin teramat sakit. Dia adalah gadis pemaaf dan mau mengakui kesalahannya. Dia adalah gadis jujur tentang dirinya sendiri.

Darinya aku belajar bahwa, seseorang tidak akan bisa kamu pandang hanya dengan bahasa tubuh dan caranya berucap. Karena laut tidak akan terasa lebih indah tanpa menyelam untuk melihat biotanya.

Ditangkapnya Seorang Pejuang (Free Naveed Butt)

16603102_738466902986397_2946382591323846021_n

Kembali diingatkan setelah lima tahun dia menghilang. Tanpa pengadilan dan tanpa tuduhan. Seorang ayah dan seorang suami. Di depan anak-anaknya ia ditangkap secara paksa. Oleh suruhan penguasa. Sampai sekarang di mana dan bagaimana ia belum ada yang tahu. Kecuali, mereka yang terlibat.

Ditangkapnya seorang pejuang bukanlah hal baru dalam perjuangan. Telah sampai kepada kita bagaimana kisah para sahabat yang menuai siksa dan duka karena melawan beringasnya penguasa Mekah kala itu. Lalu kini, semua tinggal menunggu waktu. Perjuangan akan sampai pada titik perlawanan fisik ataukah tujuan akan sampai tanpa perlu pergeseran fisik.

Manusia dulu tiada dan akan kembali tiada. Kita berjuang ataupun tidak akan kembali pada ketiadaan pula. Tapi, ketiadaan seperti apa. Kita bisa memilihnya.

Karena, tidak ada perjuangan tanpa perlawanan. Perlawanan bukan (selalu) di artikan dengan aktivitas fisik. Dan jangan dikatakan mereka hanya “berbicara” tanpa sebuah aksi. Ketahuilah kata-kata adalah kunci dari semua perubahan besar di dunia. Dan lihat, bagaimana tingkah rezim yang hanya karena kata-kata lalu menyeret semua yang membahayakannya. Coba tengok Gie, pemuda dengan kata-katanya, tanpa serangan fisik, dia berhasil “diasingkan”. Cukup “berbahaya” bukan kata-kata itu.

Kalian telah berhasil menyembunyikan satu atau beberapa orang. Tapi Cahaya-Nya tidak akan pedam. Dia berkuasa. Dan manusia tidak memiliki kendali apapun perihal dunia.

#FreeNaveedButt