OLEH OLEH DARI DIKLAT SUPER PARENTING (Bagian 1)

Bismillah
Setelah sekian lama, akhirnya terisi lagi blog kesayangan ini. Maafkan atas ketidakkonsistenanku ya blogku sayang

Saya akan bercerita tentang apa yang saya dapatkan setelah mengikuti Diklat Super Parenting yang diadakan sekolah tempat saya mengajar yaitu Sekolah Tahfidz Plus Khoiru Ummah. Jadi, diklat ini adalah kegiatan wajib untuk orang tua dan guru. Karena yang mendidik adalah guru dan orang tua.

Baca lebih lanjut

Berkarya, Berdaya,Produktif || #CERITA

Lebay banget judulnya yak. kayak seolah-olah aku jadi orang yang produktif aja wkwkwk. But i just wanna share apa yang sedang aku kerjakan atau aktivitasku saat ini.

Yeahh aku ngajar dari pagi sampe jam 14.30, senin sampai jumat. Dalam satu pekan itu ada satu malam bahkan dua malam mengharuskanku menginap di sekolah. Dan bisa dibilang i dont have free day gaes wkwkkw. Senin sampai sabtuku padat. Bahkan pulang sekolah itu aku selalu ada agenda sampai menjelang maghrib dan apalagi sabtu uwuwuw bisa kadang full tiga agenda sampai menjelang maghrib pun demikian dengan ahad.

Baca lebih lanjut

OFFICIALLY 25 !!!!! || #CERITA

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Allah mengizinkan aku untuk hidup sampai di usia ini. Bersyukur, sedih, dan takut sih sebenarnya. Yaa sedih aja, merasa belum melakukan apa-apa, belum punya prestasi apa-apa, belum bisa ngapa-ngapain, udah gede, takut ke depan bisa nggak ya menghadapi kehidupan yang kacau balau lurus melingkar dan lainnya, daaaaan ku belum menikah wkwkwkwk.

Baca lebih lanjut

Tentang Kita (2)

Akan ada satu dari banyak manusia yg menganggap hadirmu berarti meski dengan sekian dan sekian cela. Menjadikanmu sebagai sumber kekuatan doanya dan cahaya dalam hidupnya meski hanya seperti titik lubang jarum. Karena hidup adalah tentang penerimaan. Lebih dan kurangnya. Caci dan nasihatnya. Lelah dan senyumnya. Kecewa dan candanya. Semua. Sejatinya kita adalah mereka. Saling memiliki hal yang sama meski dalam hal yg berbeda. Kau kecewa dengan mereka (?) Sama, merekapun bisa kecewa denganmu. Maka, dari sekian ritme dalam nada kehidupan, adalah istimewa jika kita menjadi ‘saling’

Tentang Titik Nol dan Sudut Pandang Membaca

Buku Titik Nol karya Agustinus Wibowo ini adalah buku pertama dari rangkaian cerita perjalanannya mengelilingi sebagian dunia. Buku ini bukan buku perjalanan biasa.

Agustinus menyajikan narasi yang apik dan menyentuh menurut saya dalam menceritakan perjalanannya. Bagi Agustinus, perjalanan telah mengajarkannya banyak hal dari yang hanya demi memuaskan mata menjadi apa yang mampu memuaskan jiwa.

Baca lebih lanjut

Tentang Kita (1)

Kita adalah rumah untuk diri kita masing-masing. Juga bagi yang ingin tinggal di dalamnya. Kita bersihkan, kita tata rapi dengan sepenuh hati. Agar, yang tinggal menetap. Meski beberapa hanya singgah

Why Me

Ingin bercerita sedikit tentang inner child. Saya baru menyadari tentang inner child ini ya baru baru ini. Waktu kecil, saya terlalu sering dibanding-bandingkan dengan orang lain. Yah hanya karena saya ini tidak gemuk atau tidak berisi seperti yang lain.

Baca lebih lanjut

YANG KAU MAU KATAKANLAH

Kunci dari hubungan antara satu dengan beberapa orang adalah komunikasi. Kesalahpahaman terjadi karena komunikasi yang tidak baik. Pernah punya teman yang sangat pendiam lalu di kelas temannya itu-itu saja ? Ya dia kurang berkomunikasi dengan yang lain. Terlepas dari apakah mereka memang hanya memilih teman yang itu-itu saja atau tidak.

Karena pentingnya masalah komunikasi ini, apalagi komunikasi suami istri, sampai dibuatkan kelas lohhh.

Baca lebih lanjut

Hujan dan Payung

Gambar diambil dari google

Dalam hidup. Terkadang hujan disamakan dengan kesenduan dan air mata. Meski dalam dunia nyata ia adalah salah satu keberkahan yang hadir di bumi ini.

Jika hujan dianggap sebuah tempaan hidup yang dahsyat. Maka kita perlu payung atau jas hujan untuk melindungi diri, minimal agar pakaian tidak basah kuyup. Dan payung itu adalah ilmu.

Manusia yang lemah tanpa ilmu, maka tidak akan bijak dalam menghadapi tiap masalah yang ia hadapi. Beda, dengan orang-orang yang memiliki ilmu. Mereka akan tenang, sabar, ikhlas, dan selalu berusaha mencari jalan keluar. Bukan meratapi, merutuki, merasa diri paling menderita di dunia ini. Lalu parahnya, menyakiti diri.

Baca lebih lanjut